Melakukan budidaya cabai merupakan hal yang mudah terutama jika anda tahu langkah-langkah untuk melakukannya. Bagi anda yang belum tahu mengenai cara budidaya cabai, anda bisa mengikuti tips dan informasi di bawah ini supaya cabai yang bisa anda budidayakan semakin bertambah jumlahnya dan keuntungan yang anda raup pun akan semakin besar.
Ada beberapa fase yang harus anda perhatikan terlebih dahulu sebelum melakukan budidaya cabai. Fase pertama adalah fase pratanam. Pada fase ini anda harus melakukan pengolahan pada lahan yang anda tanam. Tebarkanlah pupuk kandang ke tanah yang anda persiapkan untuk menanam cabai dengan komposisi sebanyak 0,5 – 1 ton untuk per 1000 meter perseginya. Kemudian jangan melakukan penggarukan terlebih dahulu, melainkan biarkan saja sampai kurang lebih satu minggu.
Setelah itu tambahkan dolomite dengan jumlah sebanyak 0,25 ton saja ke tanah berukuran 1000 meter persegi tersebut. Jangan lupa untuk membuat bedengan dengan lebar sebesar 100 cm dan juga parit untuk pengairan air sebesar 80 cm saja. Kemudian tambahkan SUPER NASA sebanyak 1 botol yang telah dilarutkan dengan 3 liter air dan kemudian siramkan ke bedengan anda.
Langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah mencampurkan GLIO sebanyak 100 sampai 200 gram dengan tambahan pupuk sebanyak 50 sampai 100 kilo gram saja. Pupuk yang bisa anda pilih di sini adalah pupuk kandang. Kemudian biarkan satu minggu dan jangan lupa untuk menyebarkannya pula ke bedengan. Setelah itu untuk tahap akhir, tutuplah bedengan dengan mulsa plastic dan beri lubang. Jarak tanam yang harus anda persiapkan juga harus ditentukan di sini. Jarak normal yang bisa anda gunakan adalah 60 x 70 cm dengan pola zig zag kemudian biarkanlah selama kurang lebih satu sampai dua minggu.
Siapkan juga benih untuk melakukan pemeliharan secara baik kepada tanaman cabai yang akan anda tanam nanti. Benih yang anda perlukan adalah benih natural CK-10, CK-11 dan juga CS 20. Jangan lupa untuk merendam biji dengan POC NASA yang berdosis 0,5 sampai satu tutup atau liter air hangat.
Fase kedua yang harus anda lakukan adalah persemaian. Fase ini harus menghadap ke arah timur dan dinaungi oleh plastic di bagian atapnya atau bisa juga dengan menggunakan rumbia. Untuk media tumbuh dari campuran tanah, anda bisa menggunakan campuran tanah dan juga pupuk kandang yang sebelumnya telah disaring. Perbandingan untuk campuran ini adalah 3:1.
Kemudian saatnya masuk ke tahap persemaian, letakan biji cabai per satu di tiap poli bag kemudian tutuplah dengan selapis tanah dan juga pupuk kandang yang telah matang dan selesai disaring sebelumnya. Semprot POC NASA dengan dosis satu sampai dua tangki. Jangan lupa untuk melakukan penyemaian tiap hari supaya menjaga tanaman yang anda tanam dari kelembaban.
Jangan lupa untuk melakukan pengamatan pada hama dan penyakit kepada tanaman cabai anda. Banyak penyakit yang bisa timbul pada tanaman yang anda tanam misalnya rebah semai dimana batang akan menjadi busuk karena Phytium. Cara menanggulanginya bisa dengan mengurangi naungan dan penyiraman yang anda lakukan. Penyakit kedua yang muncul bisa disebabkan oleh hama. Hama tentunya menjadi masalah yang sering dialami oleh para pecinta budidaya tanaman. Untuk membasmi penyebaran hama yang ada di lahan anda, semprotlah dengan menggunakan BVR atau Pestona. Hama tangau juga bisa membuat cabai anda berwarna kuning kecokelatan.
Setelah itu tambahkan dolomite dengan jumlah sebanyak 0,25 ton saja ke tanah berukuran 1000 meter persegi tersebut. Jangan lupa untuk membuat bedengan dengan lebar sebesar 100 cm dan juga parit untuk pengairan air sebesar 80 cm saja. Kemudian tambahkan SUPER NASA sebanyak 1 botol yang telah dilarutkan dengan 3 liter air dan kemudian siramkan ke bedengan anda.
Langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah mencampurkan GLIO sebanyak 100 sampai 200 gram dengan tambahan pupuk sebanyak 50 sampai 100 kilo gram saja. Pupuk yang bisa anda pilih di sini adalah pupuk kandang. Kemudian biarkan satu minggu dan jangan lupa untuk menyebarkannya pula ke bedengan. Setelah itu untuk tahap akhir, tutuplah bedengan dengan mulsa plastic dan beri lubang. Jarak tanam yang harus anda persiapkan juga harus ditentukan di sini. Jarak normal yang bisa anda gunakan adalah 60 x 70 cm dengan pola zig zag kemudian biarkanlah selama kurang lebih satu sampai dua minggu.
Siapkan juga benih untuk melakukan pemeliharan secara baik kepada tanaman cabai yang akan anda tanam nanti. Benih yang anda perlukan adalah benih natural CK-10, CK-11 dan juga CS 20. Jangan lupa untuk merendam biji dengan POC NASA yang berdosis 0,5 sampai satu tutup atau liter air hangat.
Fase kedua yang harus anda lakukan adalah persemaian. Fase ini harus menghadap ke arah timur dan dinaungi oleh plastic di bagian atapnya atau bisa juga dengan menggunakan rumbia. Untuk media tumbuh dari campuran tanah, anda bisa menggunakan campuran tanah dan juga pupuk kandang yang sebelumnya telah disaring. Perbandingan untuk campuran ini adalah 3:1.
Kemudian saatnya masuk ke tahap persemaian, letakan biji cabai per satu di tiap poli bag kemudian tutuplah dengan selapis tanah dan juga pupuk kandang yang telah matang dan selesai disaring sebelumnya. Semprot POC NASA dengan dosis satu sampai dua tangki. Jangan lupa untuk melakukan penyemaian tiap hari supaya menjaga tanaman yang anda tanam dari kelembaban.
Jangan lupa untuk melakukan pengamatan pada hama dan penyakit kepada tanaman cabai anda. Banyak penyakit yang bisa timbul pada tanaman yang anda tanam misalnya rebah semai dimana batang akan menjadi busuk karena Phytium. Cara menanggulanginya bisa dengan mengurangi naungan dan penyiraman yang anda lakukan. Penyakit kedua yang muncul bisa disebabkan oleh hama. Hama tentunya menjadi masalah yang sering dialami oleh para pecinta budidaya tanaman. Untuk membasmi penyebaran hama yang ada di lahan anda, semprotlah dengan menggunakan BVR atau Pestona. Hama tangau juga bisa membuat cabai anda berwarna kuning kecokelatan.
0 komentar:
Posting Komentar